BERITA

Viktor Hutabarat, Konser Amal Untuk Penyandang Cacat.

Indonesia – English

Viktor Hutabarat, Konser Amal Untuk Penyandang Cacat.

Monday, 23 February 2009

Gedung Alan Km 2 Waidoko MAUMERE, Sabtu malam 21 Ferbruari 2009, terlihat seorang bocah melangkah perlahan ketengah panggung pertunjukan sambil memegang mik ditangan kecilnya. Beberapa detik kemudian terdengarlah sebuah tembang indah milik Josh Groban berjudul You Raise Me Up meluncur merdu dari bibir mungilnya. Sambil bernyanyi dengan penuh percaya diri, penyanyi cilik yang berasal dari Sekolah Penyandang Cacat Bhakti luhur Maumere ini mendekati penonton yang berada dibawah panggung, menyalami mereka dan bersama-sama mengajak bernyanyi. Tepuk tangan meriah memang pantas diberikan bagi bocah yang bernama Alan tersebut. Meski memiliki keterbatasan fisik namun Alan ternyata cukup mampu bernyanyi tanpa cacat hingga mendapat aplaus. Rekan Alan sesama penyandang cacat bernama Lisa tak mau kalah. Bocah ini membacakan puisi karangannya sendiri .“…….dengarlah seruan kami anak-anak cacat, dukunglah kami agar mampu melangkah menggapai cita-cita setinggi langit…” demikian antara lain isi dari puisi yang dibawakan Lisa. Tak ketinggalan pula duet manis Alan dan Lia dalam lagu berjudul I Have A Dream. Duet penyanyi cilik ini mengiringi ‘bunga pesan’ yang dibagikan kepada penonton.

Setelah tampilnya anak-anak Penyandang Cacat, tak berapa lama kemudian penyanyi yang paling ditunggu para penggemarnya di Maumere akhirnya hadir diatas pentas, siapa lagi kalau bukan Viktor Hutabarat.

Hadirnya Viktor Hutabarat ini merupakan upaya dari pihak Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Sikka sebagai sponsor utama yang mendapat dukungan penuh dariwww.inimaumere.com, Sonia FM, Gading Beach Hotel & Resort, Game’s Pro dan lain-lain.

Dengan langkah pelan namun pasti, dengan bernyanyi sambil didampingi gadis-gadis manis bernyalakan lilin ditangannya, Viktor sempat membuat kejutan dengan muncul secara sengaja dari arah belakang penonton.

Aksi pertama Lai Viktor ini semakin semarak ketika ia telah berada diatas pentas. Melihat banyak warga Batak yang hadir, langsung saja Viktor menghadiahkan beberapa nomor pembuka. Diantaranya ia menghibur dengan lagu yang cukup terkenal dari sekian banyak lagu dari daerah Samatera Utara yakni Situmorang.

Lagu yang berirama riang tersebut langsung saja mengangkat suasana menjadi lebih ekspesif dan meriah. Semua bernyanyi terutama anggota Keluarga Besar Sumatera Utara yang hadir di konser amal tersebut.
Melihat antusiasme penonton, Viktor pun tak tahan untuk menyapa warga Batak dengan bahasa asal mereka sehingga suasana menjadi seperti acara kangen-kangenan antar saudara. Maklum mereka disinikan (Maumere) jauh dari tanah leluhurnya. :-)

Viktor yang bernyanyi dengan diiringi musik keyboard yang dimainkan secara tunggal oleh musisi Nyong Franco, mendendangkan suara emasnya dalam konser amal ini untuk mengumpulkan dana dan sumbangan bagi para penyandang cacat.
Dukungan Viktor secara nyata menguatkan berbagai pihak terutama para penyandang cacat yang memang sangat membutuhkan uluran bantuan apa saja dan dari siapa saja.

Konser amal Viktor Hutabarat merupakan konser amal ketiga yang berlangsung setahun belakangan. Sebelumnya di bulan april 2008 Delon Idol mengunjungi Panti Sosial dan Penyandang Cacat St Dhympna Maumere dan melakukan konser amal dengan tajuk ‘Konser Amal Untuk Anak Cacat” di Samador.

Margareth Mamamia selanjutnya ke Samador juga dalam rangka Konser Penggalangan Dana Untuk Pembangunan Gereja St.Thomas Morus Maumere. Dan kini seorang penyanyi yang lebih senior dan boleh dikatakan adalah guru dari kedua penyanyi tadi mampir dalam lawatan khusus nya untuk anak-anak cacat. Kedatangan salah satu legenda musik pop tanah air ini ke Maumere adalah yang kedua kali setelah sebelumnya bernyanyi dalam penthabisan Uskup Keuskupan Maumere yang pertama Mgr.Sensi Potokota.Pr di tahun 2005 lalu.

Kembali Ke Laptop Konsernya…. :P
Viktor Hutabarat rupanya tidak main-main memanjakan para penggemarnya. Suara emas yang dimilikinya ditampilkan secara maksimal meski keringat bercucuran deras membasahi tubuhnya. Sebagai seorang penyanyi profesional yang telah lama malang melintang di jagad hiburan musik pop tanah air, ia sangat tahu bagaimana caranya membuat para fans tetap betah berada bersamanya. Lihat saja di nomor medley, ia membuat kejutan dengan menguasai kursi penonton. Dari depan hingga belakang ia tak lelah berpindah, duduk berdampingan sambil bernyanyi bersama atau berduet dengan membagi suara dengan para fansnya.
Semua yang dilakukannya akhirnya melahirkan suasana yang terlihat akrab dan tentu saja menjadi luar biasa bagi semua penggemarnya. Siapa seh yang tak suka duduk berdampingan sambil bernyanyi bersama penyanyi pujaannya?

Viktor yang didampingi Bung Kanis Lewar sebagai Pembawa Acara juga melakukan aksi lelang lagu, menggali dana bagi para penyandang cacat. Untuk itu Viktor tak henti-hentinya menembangkan lagu pop Indonesia, rohani maupun lagu asal daerah Sumatera Utara memenuhi permintaan para penyumbang dana.
Diantaranya tembang jaman dulu (jadul) berjudul Semalam Di Malaysia yang di ubah menjadi Semalam Di Maumere untuk memenuhi permintaan penonton asal Sumatera Utara, lagu legendaris Gereja Tua, Ayah, Kabulkanlah , Kutak Dapat Jalan Sendiri, medley rock n roll, dan beberapa nomor rohani maupun lagu asal daerah Sumatera Utara.

Semuanya itu membuat penyanyi yang telah banyak mengeluarkan album solo baik pop, rohani dan daerah itu untuk selalu pintar-pintar menjaga stamina agar tetap terlihat prima. Rupanya Viktor Hutabarat memang berkelas, semua lagu mampu dibawakannya dengan kualitas vokal yang terdengar selalu tetap stabil meski tak henti-hentinya ia berinteraksi dengan penonton di hampir setiap lagu yang dibawakannya.

Dalam lagu Ave Maria versi Latin, dengan penuh penghayatan Viktor yang sebelumnya dipagi hari telah berkunjung ke Panti Penyandang Cacat St.Aloysius Wairklau Maumere memukau semua orang.
Viktor bahkan telah membuat semua penonton terkesima dengan gaya bernyanyi dan cara dia mengimprovisasi vokalnya dalam tembang Khatolik yang sering dibawakan dalam berbagai versi oleh semua penyanyi tenor diseluruh dunia. Agar penonton bisa mendalami setiap melody dan syair yang keluar, Viktor sengaja meminta untuk membawakan lagu penuh makna tersebut dalam kedaan gelap tanpa cahaya lampu.

Konser malam itu ditutup sekitar pukul 12 malam.Tak terasa Viktor Hutabarat tampil meyakinkan dengan 3 jam mengusai panggung. Untuk konser ini panitia menjual tiket seharga Rp 100.000, Rp.50.000 dan Rp.25.000. Meski banyak kursi terlihat tak ada penghuninya tapi setidaknya telah ada niat baik dan tulus dari berbagai pihak untuk tetap menjaga perhatian mereka bagi saudara-saudara kita para penyandang cacat yang membutuhkan bantuan.

diambil dari:
http://www.inimaumere.com/2009/02/viktor-hutabaratkonser-amal-untuk.html

Viktor Hutabarat, Charity Concert for the Disabled

Alan Building Km 2 Waidoko Maumere, Saturday Night, 21st of February, 2009, a boy was seen as moving slowly to the middle of the stage holding in his small hand a microphone. A few seconds later a Josh Groban’s beautiful song titled You Raise Me Up was delivered from his lips. While singing with a high confidence, the little singer from the School for the Disabled Bhakti Luhur Maumere was approaching the spectators who were down the stage and shook their hands and request them to sing together.  Though he was physically limited, Alan appeared to be able to sing perfectly, he got applause.  Alan’s friend named Lisa also a disabled, did not want to be shadowed by him. This girl read a poem composed by herself, “….listen to our voices the disabled, support us so that we could stride to reach our dreams as high as sky…”. which were amongst the lines of the poem read by Lisa. Also worth mentioning, was the sweet duet by Alan and Lia in a song titled “I Have A Dream”. This duet had accompanied the distribution of “message flowers” to the audience.

After this performance by the disabled children, not long afterward the most waited singer in Maumere finally appeared on the stage, who else this singer if not Mr. Victor Hutabarat.

The presence of Mr. Victor Hutabarat was the result of the effort by the Indonesian Woman Committee (Komisi Perempuan Indonesia [KPI]) Sikka as the main sponsor which had got a full support from www.inimaumere.com, Sonia FM, Gading Beach Hotel & Resort, Game’s Pro and others.

With a slow but confident steps, while singing accompanied by beautiful ladies with candles in their hands, Victor made a surprise by appearing  from behind the audience.

This performance was more remarkable after he was on stage.

Seeing how many Batak natives who were present, Victor presented some opening songs, amongst them is a song from North Sumatera which is “Situmorang”.

This  song lifted the atmosphere to be more expressive and merrier. All sang especially the North Sumatera Big Family.

Looking at the enthusiasm from the spectator, Victor  had a dialogue with the Batak natives using their native language so that the show looked more like a meeting between family.

Victor sang accompanied by a keyboard which was played by Nyong Franco, and he rendered his golden voice to raise fund and donation for the disabled,

The support from Victor has given strength to the disabled who needs the help in any kind of form and from anybody.

The Charity concert from Victor Hutabarat was the third one in this year. Before in April 2008, Delon Idol had visited the social house and the house for the disabled St Dhympna Maumere and had held a charity concert titled “Charity Concert for the Disabled Children” in Samador.

Afterward Margareth Mamamia also visited Samador for the Fund Raising Concert for the Building of St. Thomas Morus Maumere Church. This more senior singer and could be said as the teacher of both above mentioned singers had specially taken time to see the disabled children during her visit.  This was the second time visit to Maumere of one of the pop legend in Indonesia, while the first one was when she sang at the inauguration of the first bishop of Maumere, which was Mgr. Sensi Potokota. Pr in 2005.

Back to Victor’s concert…….

It seemed that Mr. Victor Hutabarat used all his best effort to satisfy his fans. He performed at his best even though perspiration drenching his whole body. As a professional singer he knew very well how to make his fans stay in their seat. Like in a medley score, he made a surprise by coming down to the spectators’ chairs. He moved relentlessly from the front to the back row, sitting beside while singing together or having a duet with his fans etc.

What he had done finally could produce a friendly atmosphere and was something extraordinary for all his fans. Who don’t like sitting beside his/her favorite singer while singing together?

Victor then accompanied the presenter Mr. Kanis Lewar to make a bid for song to raise fund for the disabled children. For this purpose Victor sang continuously Indonesian pop, religious or North Sumatera songs to fulfill the requests from the donators.

Amongst the songs sang, were a song titled “Semalam di Malaysia” which had been changed to “Semalam in Maumere” to fulfill the request from the North Sumatera audience, the legendary song “Gereja Tua”, “Ayah”, “Kabulkan”, “Kutak Dapat Jalan Sendiri”, a rock n roll medley and some religious songs or native songs from North Sumatera.

All this required a strong stamina. It seemed that Victor was a very good singer, nearly all songs could be rendered well with a stable quality of voice even though he continuously interacted with the spectators in nearly all the songs. T hen Victor who in the morning had visited the Disabled House of St. Aloysius Wairklau Maumere, hypnotized all the audiences with his heartedly rendering of the song “Ave Maria” Latin version.

Victor even had made all audiences mesmerized with his style and the way he improvised his vocal to sing a well known and most often sang Catholic song. In order that the audience could go deep into every melody and lyrics, Victor had asked to render this full meaning song in a dark room. The concert was closed around midnight. Victor had performed for 3 hours. For this concert, the organizer had sold tickets of Rp 100.000, Rp 50.000, and Rp 25.000. Though there were still many seats unoccupied, at least this shows that there is already a well and sincere intention from all parties to take care of our brothers and sisters who are disabled who need our help.

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>