BERITA

Bila Panti Asuhan Bhakti Luhur ‘Dikado’ Bayi Perempuan

Bila Panti Asuhan Bhakti Luhur ‘Dikado’ Bayi Perempuan

Sempat Dikira Anak Kucing, Hendak Disiram Air

Jumat, 02 April 2010 13:28
PENGHUNI asrama Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur di Jalan Simpang Terusan Halimun, mendadak gempar. Suster Seravina, salah seorang suster menemukan bayi perempuan di belakang bangunan panti asuhan tersebut, dini hari kemarin. Meski masih hidup, kondisinya sangat memprihatinkan. Dugaan sementara, bayi ini sengaja dibuang oleh ibunya agar ditemukan penghuni panti asuhan.

MALAM itu, sejak pukul 22.30 tangisan bayi malang ini sebenarnya sudah terdengar oleh beberapa suster di sana. Namun, ketika itu, tak ada seorangpun yang mengacuhkan. Para suster dan penghuni panti asuhan, sedangkan melaksanakan doa Kamis Putih untuk memperingati perayaan Paskah.

“Kami (seluruh suster) berdoa sejak pukul 20.00. Saat itu sama sekali tidak terdengar ada suara tangisan bayi. Kami baru mendengar ada suara tangisan bayi sekitar pukul 22.30,” tutur Suster Seravina, dibenarkan oleh Suster Arta.
Selesai berdoa sekitar satu jam kemudian, seluruh suster beranjak ke kamarnya masing-masing. Beberapa menit di dalam kamar, Suster Seravina mengaku mendengar suara tangisan bayi kembali.

Setengah bergidik ketakutan, dia lantas melihat asal suara dari jendela kamarnya. “Sambil memegang senter, saya lalu melihat ke luar. Saya lihat, ada benda bergerak-gerak. Pikiran saya, mungkin hanya anak kucing saja. Bahkan, sempat akan saya siram dengan air. Namun tidak jadi dan saya memilih tidur,” ceritanya.
Belum lelap dalam tidurnya, Seravina kembali mendengar suara tangisan itu lagi. Bahkan, kali ini suaranya terdengar lebih kencang hingga membuat Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur, Suster Yulia keluar dari kamarnya. “Itu tangisan bayi,” kata Yulia kepada Seravina.

Perintah ini pun direspons Seravina. Dia mengajak Slamet, satpam panti asuhan untuk melihat. Dan alangkah kagetnya dia, tatkala melihat seorang bayi perempuan terlentang di pinggir jalan depan rumah kos putri. Bayi malang itu tidak mengenakan baju, namun dibalut kain warna merah dan biru. Tali pusarnya pun masih menempel. “Kemungkinannya dia memang baru dilahirkan,” ujar Seravina lagi.

Takut terjadi apa-apa, dipaparkan dia, beberapa suster melaporkan peristiwa ini ke Mapolresta Malang sedangkan suster lainnya membawa ke IRD RSSA Malang. “Kami masih melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan kami, dugaan sementara, pelaku pembuangan bayi ini adalah warga sekitar saja,” kata Kasatreskrim Polresta Malang, AKP Decky Hermansyah. (agp/mar)

diambil dari:http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9490%3Abila-panti-asuhan-bhakti-luhur-dikado-bayi-perempuan&catid=48%3Akriminal&Itemid=74

Punya Account Facebook?

One Response to Bila Panti Asuhan Bhakti Luhur ‘Dikado’ Bayi Perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *