BERITA

Ketika Cacat Fisik Bukan Penghalang bagi Mereka untuk Meraih Cita-Cita

SABTU, 28 JUL 2012,
Meski hidup di tengah keterbatasan, namun jangan anggap mereka tidak punya cita–cita. Yakobus dan Vinsensius misalnya, ingin menjadi pastor dan polisi. Apa kiat dua anak yatim/piatu yang juga menyandang status cacat fisik itu dalam meraih masa depan mereka?
DJUNAIDI GARIB, Waingapu
PANTI asuhan Bhakti Luhur terletak persis dibelakang kompleks gereja Katolik Kambadjawa, Waingapu, Sumba Timur. Bangunan sederhana bercat putih itu yang berdiri sejak 10 April 2004 itu menampung sedikitnya 14 anak yatim/piatu dan cacat fisik. Di panti tersebut, mereka yang berasal dari latarbelakang keluarga tidak mampu itu diasuh oleh Suster Veronika Alma.
Suster Veronika Alma saat ditemui Timor Express di panti asuhan Bhakti Luhur, Jumat (27/7) petang, mengatakan, untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-sehari
ke–14 anak yatim/piatu itu, mereka cuma mengandalkan bantuan kantor pusat yayasan Bhakti Luhur di Malang.
Setiap bulannya, demikian suster Veronika Alma, per anak dijatah anggaran sebesar Rp 150.000. “Tapi biaya listrik dan air bersih tidak ditanggung oleh yayasan pusat termasuk biaya hidup kami sebagai pengasuh disini. Untuk biaya hidup pengasuh, kami terpaksa harus
mencarinya sendiri dari bantuan para dermawan,” jelasnya.
Dari 14 jumlah anak penghuni panti tersebut demikian suster Veronika, cuma satu anak yang kondisi fisik dan mentalnya normal yakni Fransiska Ignasia Maramba Rihi yang biasa disapa Kasih. “Kasih ketika masih berusia dua hari ibunya meninggal dunia karena terserang penyakit gondok. Sekarang Kasih sudah berusia 2,1 tahun,” paparnya.
Pun Yakobus Christoverus Hasto Maramba Hau menurut suster Alma, ketika masih berusia empat tahun, ibunya juga meninggal dunia. “Yakobus mengalami cacat fisik di bagian tulang punggung, tulang kaki dan lengan. Menurut dokter, tinggi badannya ketika dewasa nanti tetap seperti ini atau tidak sampai 1 meter. Ini karena kelainan pada tulang ketika lahir.
Yakobus adalah anak kedelapan dari delapan bersaudara dan berasal dari desa Praipaha kecamatan Nggaha Ori Angu. Yakobus diantar ayahnya ke sini (Panti Asuhan, red) ketika masih berusia empat tahun dan tidak bisa berjalan. Setelah kami latih secara rutin selama dua tahun, Yakobus akhirnya bisa berjalan meski tidak normal seratus persen,” imbuhnya.
Selain Yakobus, suster Veronika juga menjelaskan kondisi fisik Vinsensius Kornelis Mbalimimema. Menurutnya, kondisi fisik Vinsensius nyaris sama dengan Yakobus.
“Vinsensius mengalami cacat sejak lahir yakni kedua telapak kakinya terbalik sehingga membuatnya tidak bisa berjalan sama sekali. Tapi setelah kami berupaya mencari dermawan untuk biaya operasinya pada sebuah rumah sakit di Jawa, Vinsensius sekarang sudah bisa berjalan normal,” jelasnya.
Ketika dibawa ke panti oleh ibunya, lanjut Suster Veronika, kondisi Vinsensius sangat memperihatinkan. Selain cacat total pada dua telapak kakinya, Vinsensius adalah balita penderita gizi buruk.
Ayahnya meninggal dunia ketika Vinsensius masih berusia dua bulan dalam kandungan ibunya. Dia (Vinsensius, red) adalah anak ke tujuh dari tujuh bersaudara dan berasal dari Kodi kabupaten Sumba Barat Daya. “Sekarang mereka sudah besar-besar dan bersekolah.
Yakobus dan Vinsensius duduk di bangku kelas V SDN Umamapu. Anak-anak lainnya juga ada yang bersekolah di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Londa Lima kecamatan Haharu. Tapi kami sering kuatir karena pulang sekolah dari SDLB Londa Lima dan tiba di panti Bhakti Luhur sudah jam 15.30 Wita.
Itu karena angkutan kota yang ditumpangi anak-anak tersebut terlambat menjemput padahal kami mencarternya. Kami sangat kuatir dengan keselamatan mereka karena anak-anak mengadu bahwa kondektur angkot tersebut sering iseng mencolek mereka,” terangnya.
Kepada koran ini, Yakobus mengungkapkan cita-citanya yang ingin menjadi pastor. “Saya rajin belajar di sekolah karena ingin jadi pastor kalau besar nanti,” papar Yakobus. Sementara Vinsensius menegaskan cita-citanya ingin menjadi seorang polisi. “Saya mau jadi polisi yang berani. Makanya saya harus rajin belajar,” tukasnya. (**)
source:
http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=49810

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *