BERITA

Lokakarya para mediator dan Mitra organisasi LF (Liliane Fonds) se-Nusra dan Bali

Indonesia – English

Lokakarya para mediator dan Mitra organisasi LF (Liliane Fonds) se-Nusra dan Bali.

Kegiatan lokakarya para mediator dan Mitra organisasi LF se-Nusra dan Bali diadakan di Bajawa pada tgl. 27- 30 Oktober 2009, dengan Bhakti Luhur Bajawa sebagai panitia lokal dengan kerjasama aktif dari Bupati dan DPRD Kabupaten Ngada. Kegiatan terseburt dibuka oleh perwakilan Bupati Ngada dan Ketua DPRD kabupaten Ngada. Ibu Florie Ladrero dari Belanda hadir dalam kesempatan ini dan turut meresmikan dibukanya lokakarya ini secara resmi. Pemerintah Kabupaten Ngada tidak hanya berpatisipasi dalam lokakarya ini namun memberi kontribusi dalam bentuk uang dan tempat penyelenggaran lokakarya.

Latar belakang diadakannnya lokakarya ini dimulai dengan adanya penelitian dari Ibu Vivian Andyka tentang model penanganan rehabiltasi oleh para organisasi mitra LF di Flores. Hasil dari penelitian ini merekomendasikan perlunya lokakarya untuk bertukar pikiran secara partisipatif tentang model penanganan anak cacat untuk dilaksanakan di Nusra dan Bali demi terwujudnya kualitas pengintegrasian anak-anak cacat di dalam masyarakat serta hal-hal yang dipandang perlu untuk kemajuan bantuan individual bagi anak cacat dan model-model yang menjadi bentuk pelaksanaan bantuan itu. Model-model penanganan anak cacat yang dibahas dalam lokakarya tersebut antara lain : CBR (Community-based Rehabilitation (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat atau lebih dikenal RBM), OR atau Outreach Rehabilitation (Rehabilitasi lewat kunjungan lapangan). Dan IBR atau Institutional Based Rehabilitation (Rehabilitasi berbasis institusi atau lembaga).

Dalam lokakarya tersebut telah disepakati perlunya suatu strategi dan arah masa depan penanganan anak-anak cacat serta mengembangkan rencana – tindakan realistis dan dapat dilakukan untuk 2010 dalam hal :

Penanganan anak-anak lama dan baru, perubahan pendekatan (IBR ke OR dan atau ke CBR), kapasitas prioritas penanganan anak cacat pada orangtua, serta jaringan kerja dan Tindak lanjut dari lokakarya (rencana aksi).

Lokakarya tersebut diikuti oleh 26 mediator/perwakilan dari organisasi di Nusra dan Bali, tim NCO, Ibu Florie Ladrero dan Ibu Vvian Andyka sebagai fasilitator dalam lokakarya tersebut.

Lokarya ini berhasil merekomendasikan Sr. Corrie Gardiana Karya, ALMA dari Bhakti Luhur Bajawa untuk berfungsi sebagai mediator regional wilayah Flores yang akan membantu NCO dalam mengembangkan program NCO di Flores. Selain itu, pertemuan tindak lanjut dari hasil lokakarya ini akan diselenggarakan di Denpasar pada akhir tahun 2010 dengan Yayasan Valentia Dendio sebagai tuan rumah.

Lokakarya ini ditutup dengan makan bersama dan pemberian sertifikat untuk peserta. LF beterima kasih kepada pihak ALMA dan Bhakti Luhur dan pemerintah setempat yang memberi perhatian atas terselenggaranya lokakarya ini.

diambil dari:
http://lilianefondsindonesia.net/page5.php

Workshop for mediators and Nusra – Bali LF (Liliane Fonds) organization partners.

The workshop for mediators and Nusra – Bali LF  organization partners which was held in Bajawa on October 27th-30th 2009, was organized by Bhakti Luhur Bajawa as the local committee. They also collaborate with the government and people’s representative from Ngada district who officially opened the workshop. Mrs Florie Ladredo from the Netherlands also joined in announcing the official opening of the workshop. The local government of Ngada  also provided financial support as well as workshop venue.

The workshop is a result of Mrs Vivian Andyka’s research on rehabilitation model by LF partner organizations in Flores. The research recommended a workshop to exchange ideas on a better treatment model for disabled children in Nusra and Bali. With the proper treatment and education, those children are expected to integrate into the society and develop individual skills necessary for their living as well as future models who will receive the aid.

The following treatment models were discussed in the workshop: CBR (Community-based Rehabilitation, OR (Outreach Rehabilitation)and IBR (Institutional Based Rehabilitation).

The workshop agreed on the urgent need of a strategy and purposeful direction in aiding the disabled children, as well as developing a plan of realistic action to be done in 2010 in the following areas: providing support and treatment for old and newly registered children, the change of rehabilitation approach, disabled children to parents treatment priority capacity, networking and following up the workshop result (action plan).

The workshop was attended by 26 mediators/representatives from organizations in Nusra and Bali, NCO team, Mrs Florie Ladredo, Mrs Vivian Andyka as the facilitator in the workshop.

The workshop also recommended Sr Corrie Gardiana Karya, ALMA from Bhakti Luhur Bajawa as the regional mediator for Flores who will assist NCO in developing NCO programs in Flores. Moreover, follow up meeting for the workshop results will be held in Denpasar in the end of 2010 with Valentia Dendio Foundation as the host.

The workshop was ended with a friendly atmosphere dinner and certificate awarding for the participants. LF thanks ALMA, Bhakti Luhur and the local government for supporting the workshop.

taken from:
http://lilianefondsindonesia.net/page5.php

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *