BERITA

Mengusung Kemanusiaan “Memperjuangkan hak-hak anak berkebutuhan khusus”

Tuesday, March 6, 2012

Hmm kayaknya terakhir kali ngadain sekaligus ikut acara kegiatan sosial adalah waktu kuliah dulu, masih inget banget dulu pas zaman kuliah gue aktif di Organisasi Kemahasiswaan HIMME (Himpunan Mahasiswa Ekonomi Manajemen) Universitas Bina Nusantara dan salah satu agenda kegiatan kita adalah Baksos atau istilah kerennya Bakti Sosial.


Nah ceritanya hari Minggu kemarin tanggal 4 Maret 2012, gue berkunjung ke sebuah panti asuhan namanya “Yayasan Bhakti Luhur Jakarta” di daerah Lebak Bulus. Acara ini diprakarsai oleh beberapa anak muda istimewa generasi penerus bangsa yang peduli dengan sesama yaitu Amel, Luis, Ivan, Tasya, Fred, Somat, Charles, Siska dan lain-lain.


Sebelumnya tentu saja kami udah sempat telepon Panti Asuhan tersebut untuk menanyakan beberapa detail informasi yang kami perlukan seperti jumlah anak yang ada dan umurnya mereka, jenis bantuan yang dibutuhkan, jenis makanan yang diperbolehkan atau tidak (Just FYI, kita perlu cek dulu keadaan panti yang akan kita kunjungi, misalnya kalau dihuni banyak “Anak Autis” ada beberapa contoh makanan yang harus dihindari misalnya Cokelat dan sebagainya).
Setelah merasa mendapatkan informasi yang cukup, hari Minggu pagi jam 09.30 WIB kami serombongan berjumlah 17 orang janjian di Carrefour Lebak Bulus untuk konvoi bareng ke Panti Asuhan tersebut. Berikut ini beberapa profil mengenai “Yayasan Bhakti Luhur Jakarta”.


– Yayasan Bhakti Luhur Jakarta yang mempunyai tag line Mengusung Kemanusiaan “Memperjuangkan hak-hak anak berkebutuhan khusus” adalah sebuah yayasan swasta yang bergerak dalam bidang sosial yang menangani dan melayani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik fisik maupun mental, yatim piatu, miskin dan terlantar.- Pendiri Yayasan Bhakti Luhur adalah Romo P. Janssen CM, beliau adalah seorang yang luar biasa dan  selalu menekankan bahwa orang yang kita layani adalah tuan dan majikan kita.- Berikut sejarah berdirinya:1. Tahun 1991Yayasan Bhakti Luhur Jakarta berdiri pada tahun 1991 di Grogol, berawal dari sebuah rumah pinjaman dari keluarga dermawan di tempat inilah dimulai kegiatan perawatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di rumah dan pendidikan SLB.

2. Tahun 1992Yayasan Bhakti Luhur kembali lewat sebuah keluarga dermawan, diberikan pinjaman beberapa rumah di daerah Pamulang. Rumah tersebut saat ini dipakai untuk tempat tinggal anak-anak berkebutuhan khusus, miskin dan terlantar.

3. Tahun 1994Yayasan Bhakti Luhur mendapat sebuah pinjaman rumah secara cuma-cuma dari keluarga dermawan di Jl. Prapanca Raya No. 30-31 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah ini digunakan sebagai tempat perawatan ABK berat (Tuna Ganda) dan sekretariat Yayasan.

4. Tahun 1997Yayasan memiliki gedung SLB di Ciputat – Tangerang Selatan

5. Tahun 2004Atas kebaikan penderma, berdiri Wisma Cirendeu di Perumahan Bukit Cirendeu dengan kapasitas 30 anak.

6. Tahun 2005Awal tahun 2005, kantor Yayasan Bhakti Luhur Jakarta pindah ke Jl. Nangka No. 4 Lebak Bulus – Cilandak, Jakarta Selatan (Ini berfungsi sebagai Kantor Pusat Yayasan)
7. Tahun 2006Tidak jauh dari Wisma Cirendeu, berdiri Wisma Agapape dengan kapasitas 40 anak8. Tahun 2009Diresmikan Wisma Citra Bhakti Luhur dengan jumlah kapasitas 25 anak


Bentuk pelayanan Bhakti Luhur berupa:- Rehabilitasi berdasar institusi atau wisma- Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)- Pendidikan SLB- Pelatihan kerja atau workshop
Oke lanjut ceritanya, kedatangan kami kebetulan pada saat menjelang jam makan siang sehingga acaranya adalah sekilas perkenalan anak-anak yang ditampung di panti tersebut yang berjumlah 18 orang oleh Suster Theresia selaku Suster Kepala. Di sini Suster menjelaskan ke kami beberapa anak yang dapat dikategorikan menderita kekurangan seperti Autis, Down Syndrome, Retardasi Mental, Tuna Rungu Wicara, Hyperaktif dan Hyndroceph Alus.
Setelah mendengar penjelasan dari Suster karena seperti kata pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, gantian dari pihak kami yang diwakili oleh Luis untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sedikit maksud dan tujuan kami untuk berkunjung ke panti.
Sekilas setelah kami saling mengenal satu sama lain, berhubung udah jam makan siang kami pun mengajak anak-anak dan Suster untuk makan siang bareng yang telah kami siapkan (Menunya Nasi Bogana loh:p)
Selesai makan siang bareng, kami melanjutkan kegiatan dengan mengajak anak-anak bermain bareng, beryanyi dan bahkan mereka bisa menari loh dengan diiringi musik.
Akhirnya tiba di akhir acara, kami membagikan sedikit bingkisan berupa tas, alat tulis, makanan dan sebagainya kepada anak-anak. (Puas rasanya melihat raut wajah mereka yang begitu antusias)
Berat rasanya harus meninggalkan mereka, tapi gue mengakui rasa bangga dan terharu kepada anak-anak tersebut yang masih bisa bermain dengan riang dan gembira, meski hidup dalam keterbatasan. “Gue bangga dengan anak-anak itu, karena meski tanpa orang tua, mereka tidak sekalipun menampakkan kesedihan dan tetap menjalani hidup dengan ceria”.
Gue yakin, untuk teman-teman yang lainnya juga pasti mendapat hikmah yang bisa dipetik dalam kunjungan kami kali ini adalah rasa syukur. “Bersyukurlah dalam segala keadaan yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita yang hanya sementara. Percayalah rasa syukur mampu membawa kebahagiaan”.
Ok sekian dulu, kapan-kapan gue bakalan cerita lagi kalau ada kegiatan menarik lainnya. Thanks for reading my Blog, enjoy!

sumber:http://miketjandra.blogspot.com/2012/03/mengusung-kemanusiaan-memperjuangkan.html

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *