BERITA

Pemerintah Dinilai Kurang Perhatikan Panti Asuhan

H U : victory news Tanggal: 20-03-2013 – 02:03 Wita
HINGGA kini, pemerintah di semua tingkatan dinilai masih kurang memberikan perhatian terhadap panti asuhan. Bantuan pemerintah terhadap panti asuhan yang ada di Kota Kupang masih belum maksimal. Dana yang dikucurkan pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan anak-anak penghuni panti asuhan.
Bendahara Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Kupang Suster Theresia, ALMA kepada VN, Senin (18/3) menjelaskan, Panti Asuhan Bhakti Luhur sejauh ini mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi NTT.
Bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap tahun, dengan total bantuan yakni Rp  21,9 juta setiap anak per tahun. Dari total bantuan yang ada, belum mencukupi kebutuhan anak-anak penghuni panti asuhan. Bantuan dipergunakan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak panti setiap hari. “Kalau mau jujur dari uang yang ada itu tentu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak setiap hari,” jelasnya.
Untuk memenuhi kekurangan yang ada, Panti Asuhan Bhakti Luhur mendapat bantuan berupa makanan dan pakaian dari para pemerhati. Panti Asuhan Bhakti Luhur tidak memiliki donatur tetap melainkan hanya mendapatkan bantuan suka rela dari pemerhati dan lembaga atau organisasi yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak penghuni panti asuhan. “Kalau misalnya orang memberikan bantuan bahan makanan maka uang yang ada kita plotkan ke kebutuhan lain yang masih kurang. Begitu cara kami untuk mengatasi kekuarangan-kekurangan yang ada,” katanya.
Ia berharap, pada waktu yang akan datang, perhatian pemerintah untuk kebutuhan anak-anak panti asuhan semakin ditingkatkan, kususnya dalam hal peningkatan alokasi anggaran untuk kebutuhan anak-anak panti asuhan. Sehingga, anak-anak panti tidak menghadapi kendala dan kekurangan.
Jumlah anak Panti Asuhan Bhakti Luhur sebanyak 15 orang. Empat orang kategori normal terlantar, dan 11 orang penghuni panti kategori cacat atau berkebutuhan kusus.  Dari 11 orang anak yang berkebutuhan kusus tersebut satu orang bisu dan tuli, dua orang tuna ganda (yakni lebih dari satu cacat fisik dan cacat mental), tiga orang cacat dengan bantuan penuh di mana semua aktivitasnya mesti dilakukan orang lain termasuk makan dan ganti pakaian. Sementara sisanya masuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus.
Jumlah suster pengasuh sebanyak empat orang, dengan satu orang tenaga perawat.
Suster Theresia, ALMA menuturkan, dalam menangani anak-anak berkebutuhan kusus, membutuhkan kesabaran dan cinta kasih yang dalam. Sebab, menangani anak-anak penyandang disabilitas membutuhkan sikap dan pemikiran yang ekstra positif. “Sesungguhnya pengabdian dan panggilanlah yang membuat kami sangat enjoi menjalani misi ini di tengah hingar-bingarnya kemajuan arus globalisasi,” jelasnya. (H-1)
yance@victorynewsmedia.com
sumber:

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *