BERITA

Peringati HPN 2014, Jurnalis Di Malra Dan Kota Tual Lakukan Bakti Sosial

Written By Andre Jarangga on Senin, 10 Februari 2014 | 11.27
Tual,
Memperingati Hari Pers Nasional ke 68 pada 9 Februari 2014, kumpulan jurnalis se-Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual yang tergabung dalam organisasi pers Aliansi Jurnalis Maluku Tenggara dan Kota Tual (AJIMAT) melakukan bakti sosial dengan menyerahkan berbagai sumbangan.
Adapun lokasi yang di kunjungi masing-masing Pesantren Hidayatullah yang berlokasi di desa Ohoitel, kecamatan Dullah Utara, Kota Tual dan Panti Asuhan Bakti Luhur di desa Kalangit, Kabupaten Malra.
Ketua Pesantren Hidayatullah, Haji Ismail, dalam sambutannya, menyatakan apresiasinya  atas apa yang telah dilakukan rekan-rekan jurnalis.
“Saya sangat bangga dengan kawan-kawan jurnalis yang ada di Kabupaten Malra dan Kota Tual. Karena selama saya bertugas di beberapa daerah, belum pernah terjadi hal seperti ini karena hal ini baru pertama kali saya alami,” ungkapnya.
Ditambahkan, dirinya akan selalu memohon kepada Allah agar memberi kekuatan dan memberi berkat untuk para jurnalis di kedua wilayah ini dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wartawan.
Sementara itu, Ketua AJIMAT Yeri Rahabab dan Ketua Panitia Bakti Sosial, Ridwan Kalengkongan yang ikut serta dalam kunjungan tersebut turut menyatakan dukungannya kepada seluruh wartawan untuk terus membangun kebersamaan.
“Agar di mata masyarakat maupun di mata pemerintah, jurnalis bukan hanya menulis tapi juga turut dalam membangun kebersamaan seperti yang dilakukan hari ini,” tandas Rahabab.
Usai menyerahkan sumbangan di Pesantren Hidayatullah, para jurnalis yang dikoordinir Rahabab melanjutkan bakti sosial ke Panti Asuhan Bakti Luhur.
Kedatangan para jurnalis ini diterima oleh Wakil Ketua Panti Asuhan, Suster Nn. Iren Alma dan para staf serta anak-anak panti yang berjumlah 16 orang dengan menyanyikan sebuah lagu berjudul “Ini sudah ditakdir oleh Allah” yang dinyanyikan salah satu penghuni panti bernama Moses.
Saat lagu tersebut dinyanyikan sambil berurai air mata, suasana berubah menjadi haru. Para jurnalis maupun wakil ketua panti dan staf sempat menitikkan air mata karena sentuhan dari syair lagu tersebut.
Kepada para jurnalis, Suster Nn. Iren Alma merincikan kondisi para anak asuhnya yang selama ini menghuni Panti Asuhan Bakti Luhur.
“Ada beberapa anak yang buta namun pintar bermain gitar, organ dan alat musik lainnya dan sepat menghafal lagu. Ada juga yang cacat tangan dan kaki namun pintar membaca, menggambar. Mereka semua anak yang baik dan tidak pernah membuat onar atau kekacauan di panti,” rincinya.
Ditambahkannya, mengenai usia anak panti sangat bervariasi diantaranya satu anak yang tertua berusia 22 tahun, dua anak berusia 13 dan 14 tahun sedangkan yang lainnya rata-rata di bawah usia 10 tahun.
Dirinya juga mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Malra guna membantu perbaikan fasilitas panti yang telah mengalami banyak kerusakan pada sejumlah bangunan maupun sarana lainnya.
Diakhir dari sambutannya, Suster Alma atas nama Panti Asuhan Bakti Luhur menyampaikan rasa terima kasihnya yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian para insan media terhadap kekurangan anak-anak panti.
“Semoga Tuhan yang membalas semua kebaikan saudara-saudara semua dan memberkati kita semua,” pungkasnya.(ML-01)
sumber berita:

Punya Account Facebook?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *