BERITA

SALIB ANAK KECIL YANG BERAT

Indonesia – English

Foto anak di samping ini adalah Dina Novita. Ia adalah putri dari pasangan Ibu Suprihatin dan Jasemo. Ayahnya meninggalkan ibunya tanpa pesanatau berita. Dina berasal dari desa yang Sidorejo Sukorejo Kec.Wates Blitar. Dengan kakek-neneknya (orang tua dari ibu Suprihatin). Suprihatin bekerja di Surabaya sebagai PRT. Dina berasal dari keluarga petani miskin, yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dina dan ibunya di sebuah rumah sederhana yang terbuat dari bambu dekat rumah kakek & neneknya. Sejak Dina berusia 7 bulan, ayahnya meninggalkan ibunya tanpa pesan atau berita. Sampai sekarang, Dina hanya merasakan cinta seorang ibu dan kakek-nenek tanpa mengalami cinta seorang ayah.

Dina adalah anak yang pintar, hanya kadang-kadang sedikit nakal. Ia anak yang ceria, aktif, suka menyanyi dan cepat menangkap dan menghafal semua lagu dan gerakan di TK. Saat ini Dina berusia 6 tahun dan dia bersekolah di TK 0 besar.

Pada bulan Desember tahun 2010, Dina pingsan dan jatuh saat bermain sendirian di rumah tetangga yang tidak jauh dari rumahnya. Tidak ada yang tahu bahwa ia jatuh. Dina juga tidak pernah memberitahu bahwa dia telah jatuh. tetapi beberapa minggu kemudian, Dina mengalami semacam kelumpuhan tubuh. Jika berjalan, kaki kanan dan tangan kanannya sulit digerakan dan tidak bisa menggerakkan kepalanya ke samping kiri. Setelah Dina jatuh sakit, neneknya  bertanya mengapa kakinya memar, kemudian Dina memberitahu bahwa beberapa minggu lalu dia jatuh. Dina mengatakan bahwa dia jatuh, dan tidak ada yang menolong ,dia bangun sendiri. Kerena neneknya mengira bahwa ia keseleo, lalu neneknya membawa Dina kedukun untuk dipijat. Memang ada perubahan beberapa hari kemudian, Dina bisa berjalan normal lagi. Tapi sejak itu, Dina mulai mengeluh sering sakit kepala, mual dan muntah. Kemudian neneknya membawanya ke bidan terdekat di desanya. Menurut bidan tersebut Dina terkena penyakit Tifus dan bidan memberikan obat.

Pada tanggal 9 Januari 2011, ia menghadiri perayaan Natal. Pada saat itu Dina masih bisa melihat. Tapi sebelum selesai acara Dina harus pulang lebuh dulu karena tubuhnya panas dan muntah-muntah. Beberapa hari kemudian situasi mulai membaik. Tapi beberapa minggu kemudian, penglihatannya mulai kabur, akhirnya pada akhir Januari, anak itu tidak bisa melihat lagi. Lalu ibunya membawa Dina untuk perawatan ke rumah sakit di Wlingi. Karena peralatan medis terbatas, Dina dirujuk ke Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang ke Poliklinik untuk perawatan mata. Pemeriksaan awal di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang dilaksasanakan pada tanggal 2 Februari 2011 dan ia mulai tinggal beberapa minggu di Bhakti Luhur. Lambat laun bukan hanya matanya yang tidak bisa melihat tetapi dia juga menjadi tuli.
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan MRI pada 02 Maret, akhirnya diketahui bahwa:

Organ penglihatannya normal (tidak ada kerusakan).

Ada tumor otak di otak kecil yang tersumbat cairan dari otak yang seharusnya mengalir ke seluruh bagian tubuh. Karena tumor ini telah lama ada, cairan itu kini menjadi terlalu banyak dan mengakibatkan tekanan besar pada otak. Tumor ini merusak saraf yang mengarah ke mata dan telinga sehingga ia tidak bisa lagi melihat dan tidak bisa lagi mendengar.

Operasi di lakukan 2 tahap:

Tahap 1. Operasi untuk mengeluarkan cairan dan memungkinkan untuk mengalir ke perut pada tanggal 23 Maret 2011 oleh Dr Farhad Bal Afif. Operasi pertama berjalan dengan baik dan anak tinggal di Bhakti Luhur untuk pemulihan setelah operasi.

Satu bulan kemudian dilakukan operasi tahap dua untuk menghilangkan tumor pada otak kecil dan dilaksanakan pada tanggal 19 April 2011 di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar.

Biaya operasi pertama adalah Rp.19.842.900 .

Biaya operasi kedua dan diperkirakan Rp. 40.000.000

Bhaktiluhur bersedia menyalurkan uluran kasih anda yang bersedia untuk membantu Yosefa Diana?

The Child Heavy Cross

Dina Novita is a cute, smart, healthy and loveable six year old girl from Sidorejo Village in Blitar. She grew without knowing a father’s love as her father left her and disappeared without a trace when she was barely one year old.
Dina’s misfortune happened on December 2010, she was playing alone at a field outside her house when suddenly, fell down and became unconscious. Nobody was around at that time and when she was conscious, she felt fine and went home as if nothing happened. Weeks later, Dina started to get sick and she her right side was partially paralyzed. Afterwards, Dina told her grandma about the accidents and she was brought to an unlicensed physician. Following the treatments, there were slight improvements, but her recovery was only short lifted. In a few weeks she began complaining of headache, nauseous and vomited uncontrollably. She was again brought to local physician and was diagnosed to have typhus. She was given medicine, but again it only last temporarily.
On January 9, 2011, while Dina was attending Christmas celebration, she had a relapse of her previous symptoms and she was having fever this time. Days after the relapse, Dina started to have trouble with her eyesight and lose her eyesight completely by the end of January 2011.
Her mother, Suprihatin, brought her to the nearest clinic in Welingi, and then Dina was transferred to Saiful Anwar Public Hospital in Malang to see an ophthalmologist on Feb 2, 2011. During that time, she stayed at Bhakti Luhur’s Lodge. The ophthalmogist could not pinpoint why she was losing her eyesight, and to make matter worse she was losing her hearing as well.
After much examination, on March 2nd, 2011, the doctor found out that there was a small tumor in her brain and it is causing the fluid inside her brain to clot, thus causing her to lose her hearing and sights.
Bhakti Luhur is a non profit organization who aimed to help underprevillage people to receive treatments for their illness. Currently, Dina is undergoing treatment to remove the tumor. There are 2 operations needed to cure Dina. The first operation is to remove the fluid from her brain. This procedure was done on March 23, 2011 by Dr. Farhad Bal Afif and was a success. Dina next operation was to remove the tumor from her brain.

This procedure was done on April 19, 2011 at Saifull Anwar Hospital and was a success as well. Dina right now is recovering at Bhakti Luhur Lodging.
The cost of Dina operation is enormous, with a total amount of Rp 59,842,900-.

We would be glad to receive any donation to help with the hospital bill. Please kindly make the donation via Transfer to Bank Central Asia, Branch Basuki Rahmat, Malang, under the name Yayasan Bhakti Luhur, account number 011 309 5013, put in “OPERASI YOSEFA DIANA”.

However small your donation is, Dina and her family will be very grateful for it.

Punya Account Facebook?

14 Responses to SALIB ANAK KECIL YANG BERAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *